Sunnah Dilakukan Saat Bayi Lahir

Posted by Unknown on Saturday, March 28, 2015 | 0 comments | Leave a comment...


Sunnah Dilakukan Saat Bayi Lahir

Menurut Al-Ghazi dalam kitab Fathul Qarib saat seorang anak lahir, maka disunnahkan orangtuanya (bapaknya) melakukan hal-hal berikut untuk anak tersebut:

1. Segera setelah anak lahir ayah memperdengarkan adzan pada kuping kanan anak dan iqomah pada kuping kirinya.
2. Memberi sedikit kurma yang sudah dilembutkan pada mulut anak sampai tertelan. Apabila tidak ada kurma, maka bisa diganti dengan sesuatu yang manis.
3. Diberi nama pada hari ketujuh. Boleh memberi nama sebelum hari ketujuh atau setelahnya.
4. Setelah penyembelilan hewan aqiqah, rambut bayi dipotong dan sunnah bersedekah dengan emas atau perak seberat timbangan rambut yang dipotong.[1]

Catatan: Kalau seandainya anak tersebut meninggal sebelum hari ketujuh, sunnah hukumnya memberi nama.
Sumber: فصل في أحكام العقيقة

[1] Dari Imam Nawawi dalam kitab Minhajut Talibin (ويُحْلَقَ رأسُه بعد ذبحِها ويُتَصَدَّقَ بزِنَتهِ ذهبًا أو فِضَّةً).

Gema Maulid dan Harlah NU ke 89 di Masjid Attaqwa Bpn Lippo Cikarang

Posted by Unknown on Monday, February 2, 2015 | 0 comments | Leave a comment...

Gema Maulid Nabi Muhammad dan Harlah NU ke 89 di Masjid Attaqwa Komplek BPN Lippo Cikarang dimeriahkan Hadroh Ahbaburrosul Karawang dihadiri dari beberapa warga  nahdliyin dari berbagai daerah bekasi dan karawang suasana malam acara dimulai pukul 19:30 WIB menjadi malam yang penuh barokah dengan Maudzoh hasanah Oleh Habib Alwi Ba’alawi pengasuh Majelis Ahbaburrasul Karawang dan KH Hasanuri Hidayatullah.




Ketua Panitia Bapak Arief Widhiharto dalam sambutannya Warga NU harus tetap menjaga NKRI dan pentingnya mengikuti kepada Guru dan Para Ulama.

Habib Alwi Ba’alawi Dalam taushiyahnya Beliau mengatakan bahwa Peringatan Maulid Nabi merupakan bukti cinta kita kapada Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW. Menjadi media untuk memperbaiki akhlak keseharian kita dengan mencontoh akhlak mulia Kanjeng Nabi.

Sang Habib menyampaikan taushiyahnya dengan begitu bersemangat sehingga mampu menyalakan api semangat segenap hadirin untuk tetap beristiqomah mengamalkan Aqidah Ahlus Sunah Waljama’ah, Jangan pedulikan sekelompak orang yang mengharamkan Maulid Nabi, Orang yang mengharamkan Maulid Nabi bukti bawah orang tersebut tidak Cinta kepada Nabi Muhammad SAW.



Tausiyah yang kedua KH. Hasanuri Hidayatullah  dalam Tausiyahnya memaparkan begitu pentingya kita mencintai Nabi Muhammad, Bukti kesombongan seseorang adalah tidak pernah mengakui kesalah dihadapan Allah dan manusia, dan beliau menjelaskan dengan detail tengan Makna dan Fadillah kita Beristigfar, karena baginda Nabi Muhammda beristigfar 70 kali setiap harinya, walaupun Beliau Nabi Ma’sum tapi tetap bergistigfar kepada Allah, Dengan beristigfar dan bersholawat akan membawa Indonesia yang lebih baik .




Mencium Tangan Ulama Itu Sunnah

Posted by Unknown on Friday, January 9, 2015 | 0 comments | Leave a comment...

Belakangan ini banyak beranggapan bahwa mencium tangan Ulama Itu Haram dan membawa Dosa bagi pelakunya, faham seperti ini yang akan mengakibatkan kita jauh dari Ulama,






Hukum mencium tangan orang ‘Alim, guru dan para kerabat yang lebih tua adalah sunnah dan dianjurkan sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat pada baginda nabi berdasarkan hadits dengan sanad yang shahih.
وَيُسْتَحَبُّ تَقْبِيلُ يَدِ الْحَيِّ لِصَلَاحٍ وَنَحْوِهِ من الْأُمُورِ الدِّينِيَّةِ كَزُهْدٍ وَعِلْمٍ وَشَرَفٍ كما كانت الصَّحَابَةُ تَفْعَلُهُ مع النبي صلى اللَّهُ عليه وسلم كما رَوَاهُ أبو دَاوُد وَغَيْرُهُ بِأَسَانِيدَ صَحِيحَةٍ وَيُكْرَهُ ذلك لِغِنَاهُ وَنَحْوِهِ من الْأُمُورِ الدُّنْيَوِيَّةِ كَشَوْكَتِهِ وَوَجَاهَتِهِ عِنْدَ أَهْلِ الدُّنْيَا لِخَبَرِ من تَوَاضَعَ لِغَنِيٍّ لِغِنَاهُ ذَهَبَ ثُلُثَا دِينِهِ
Dan disunahkan mencium tangan orang yang masih hidup karena kebaikannya dan sejenisnya yang tergolong kebaikan-kebaikan yang bersifat ‘diniyyah’ (agama), kealimannya, kemuliaannya sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat pada baginda nabi Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam dalam hadits riwayat Abu Daud dan lainnya dengan sanad hadits yang shahih.
Dan dimakruhkan mencium tangan seseorang karena kekayaannya atau lainnya yang bersifat duniawi seperti lantaran butuh dan hajatnya pada orang yang memiliki harta dunia berdasarkan hadits “Barangsiapa merendahkan hati pada orang kaya karena kekayaannya hilanglah 2/3 agamanya”. [Asnaa al-Mathaalib III/114]
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunannya (juz II halaman 523, hadits nomor 524,) dan Imam Thabrani dalam al-Mu’jam al-Ausathnya (juz I halaman 424, hadits nomor 425, maktabah syamilah), Sanad dan matannya sebagai berikut (al-Mu’jam al-Ausath) :
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ خُلَيْدٍ ، قَالَ : نا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى الطَّبَّاعُ ، قَالَ : نا مَطَرُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الأَعْنَقُ ، عَنْ أُمِّ أَبَانَ بِنْتِ الْوَازِعِ بْنِ الزَّارِعِ ، عَنْ جَدِّهَا الزَّارِعِ ، وَكَانَ فِي وَفْدِ عَبْدِ الْقَيْسِ قَالَ : لَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ ، جَعَلْنَا نَتَبَادَرُ مِنْ رَوَاحِلِنَا ، فَنُقَبِّلُ يَدَيِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرِجْلَيْهِ
Telah menceritakan kepada kami, Ahmad bin Khulaid, berkata, telah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Isa ath-Thabba’, berkata, telah menceritakan kepada kami Abdurrahman al-A’naq, dari Ummu Aban bin al-Wazi’ bin al-Zari’, dari kakeknya, al-Zari’ dan beliau menjadi salah satu delegasi suku Abdil Qais, beliau berkata: Ketika sampai di Madinah kami bersegera turun dari kendaraan kami, lalu kami mengecup tangan dan kaki Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam“.
Atas dasar hadits ini, para ulama mensunnahkan mencium tangan para habaib, para kiyai, para ustadz dan para guru serta orang-orang yang kita hormati.
Imam Nawawi berkata dalam kitab Raudhoh juz X halaman 36, cetakan al-Maktab al -Islami tahun 1412 H -1991 M berkata:
وَأَمَّا تَقْبِيلُ الْيَدِ ، فَإِنْ كَانَ لِزُهْدِ صَاحِبِ الْيَدِ وَصَلَاحِهِ ، أَوْ عِلْمِهِ أَوْ شَرَفِهِ وَصِيَانَتِهِ وَنَحْوِهِ مِنَ الْأُمُورِ الدِّينِيَّةِ ، فَمُسْتَحَبٌّ ، وَإِنْ كَانَ لِدُنْيَاهُ وَثَرْوَتِهِ وَشَوْكَتِهِ وَوَجَاهَتِهِ وَنَحْوِ ذَلِكَ ، فَمَكْرُوهٌ شَدِيدُ الْكَرَاهَةِ
Adapun mencium tangan, jika karena kezuhudan dan kesalehan orangnya, atau karena ilmunya, atau mulianya, atau karena dia menjaga perkara keagamaan, maka hukumnya MUSTAHAB (disunnahkan). Dan apabila karena dunianya, kekayaannya dan kepangkatannya dan sebagainya, maka hukumnya sangat MAKRUH”.
As-Samhudi dalam Wafa’ al-Wafa mengutip dari al-Imam al-Hafizh Ibn Hajar al-‘Asqolani, bahwa beliau berkata:
اِسْتَنْبَطَ بَعْضُهُمْ مِنْ مَشْرُوْعِيَّةِ تَقْبِيْلِ الْحَجَرِ الأَسْوَدِ جَوَازَ تَقْبِيْلِ كُلِّ مَنْ يَسْتَحِقُّ التَّعْ… ظِيْمَ مِنْ ءَادَمِيٍّ وَغَيْرِهِ، فَأَمَّا تَقْبِيْلُ يَدِ الآدَمِيِّ فَسَبَقَ فِيْ الأَدَبِ، وَأَمَّا غَيْرُهُ فَنُقِلَ عَنْ أَحْمَدَ أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ تَقْبِيْلِ مِنْبَرِ النَّبِيِّ وَقَبْرِهِ فَلَمْ يَرَ بِهِ بَأْسًا، وَاسْتَبْعَدَ بَعْضُ أَتْبَاعِهِ صِحَّتَهُ عَنْهُ وَنُقِلَ عَنْ ابْنِ أَبِيْ الصَّيْفِ اليَمَانِيِّ أَحَدِ عُلَمَاءِ مَكَّةَ مِنَ الشَّافِعِيَّةِ جَوَازُ تَقْبِيْلِ الْمُصْحَفِ وَأَجْزَاءِ الْحَدِيْثِ وَقُبُوْرِ الصَّالِحِيْنَ، وَنَقَلَ الطَّيِّبُ النَّاشِرِيُّ عَنْ الْمُحِبِّ الطَّبَرِيِّ أَنَّهُ يَجُوْزُ تَقْبِيْلُ الْقَبْرِ وَمسُّهُ قَالَ: وَعَلَيْهِ عَمَلُ العُلَمَاءِ الصَّالِحِيْنَ..
Al-Hafizh Ibn Hajar mengatakan- bahwa sebagian ulama mengambil dalil dari disyari’atkannya mencium hajar aswad, kebolehan mencium setiap yang berhak untuk di agungkan; baik manusia atau lainnya, -dalil- tentang mencium tangan manusia telah dibahas dalam bab Adab, sedangkan tentang mencium selain manusia, telah dinukil dari Ahmad ibn Hanbal bahwa beliau ditanya tentang mencium mimbar Rasulullah dan kuburan Rasulullah, lalu beliau membolehkannya, walaupun sebagian pengikutnya meragukan kebenaran nukilan dari Ahmad ini. Dinukil pula dari Ibn Abi ash-Shaif al-Yamani, -salah seorang ulama madzhab Syafi’i di Makkah-, tentang kebolehan mencium Mushaf, buku-buku hadits dan makam orang saleh. Kemudian pula Ath-Thayyib an-Nasyiri menukil dari al-Muhibb ath-Thabari bahwa boleh mencium kuburan dan menyentuhnya, dan dia berkata: Ini adalah amaliah para ulama saleh” .

Ziaroh Auliya Majelis Ta'lim Al Ikhlash

Posted by Unknown on Monday, December 29, 2014 | 0 comments | Leave a comment...


Majelis Ta'lim Al Ikhlash Ibu- Ibu Mengadakan Ziaroh Auliya dalam rangka Ikhtitam Kitab Risalatul Mahid,
Napak Tilas jejak Auliya 2004 ke Maqom :
  1. Al-Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi (Habib Ali Kwitang)
  2. Habib Hasan bin Muhammad al Haddad
  3. Shalat Berjam'ah Di Masjid Istiqlal.


Habib Hasan bin Muhammad al Haddad bukan tokoh biasa. Dia adalah penyebar agama Islam dan seorang tokoh yang melegenda. Namanya bahkan jadi cikal bakal nama kawasan Tanjung Priok.

Mbah Priok bukan orang asli Jakarta. Dia dilahirkan di Ulu, Palembang, Sumatera Selatan pada 1722 dengan nama Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Haddad R.A.

Al Imam Al Arif Billah belajar agama dari ayah dan kakeknya, sebelum akhirnya pergi ke Hadramaut, Yaman Selatan, untuk memperdalam ilmu agama.

Muslim Cikarang Tolak Pembangunan Gereja Paroki Lippo

Posted by Unknown on Monday, December 22, 2014 | 0 comments | Leave a comment...

Cikarang 22/12/2014 Umat Muslim Cikarang yang tergabung beberapa ormas KAMSI, FUKHIS, FORMAS, FPI, FKDKM, FORSIL, IKASDA, HAMAS, GARIS dan IRMA berunjukrasa konvoi ke Kemenag Kabupaten Bekasi menolak pembangunan gereja Paruki di Lippo Cikarang Pendemo ada sekitar 1.500 hingga 2000 orang.

Seruan aksi unjuk rasa ini juga sudah disebar ke seluruh muslimin dan muslimat di Kabupaten Bekasi untuk bergabung dalam aksi tersebut.

Dalam aksinya, Forum Ukhuwah Islamiyah (FUKHIS) mengajak dan menyeru kepada warga Bekasi Kabupaten mengikuti aksi damai menolak pembangunan gereja Paroki Lippo Cikarang.

Sebelum beraksi, massa lebih dulu berkumpul di Masjid Jami Almuttaqien, Pegaulan, Sukaresmi, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Lalu massa long march menuju kawasan Hyundai dan selanjutnya berkendaraan menuju Kantor Pemda Kabupaten Bekasi dan Kemenag Kabupaten Bekasi.


Mari Kita Tolak Pembangunan Gereja Paroki ( Gereja Terbesar se Asia Tenggarara ) di Lippo Cikarang

Etika Shalat

Posted by Unknown on Saturday, December 13, 2014 | 0 comments | Leave a comment...

Adab Shalat

Hidup di masyarakat harus tau etika dan alhlak, begitu pula Ahlak kita kepada sang Allah dalam setiap langkah kehidupan kita, terbih tatkala kita sedang Shalat.

Apabila engkau telah selesai membersihkan kotoran dan najis yang terdapat di badan, pakaian, dan tempat salat, juga engkau telah menutup aurat dari pusar sam­pai dengkul, maka berdirilah menghadap ke arah kiblat dengan kaki yang lurus tapi tidak dirapatkan sedang­kan engkau berada dalam posisi tegak. Lalu bacalah surat an-Naas guna berlindung dari setan yang terku­tuk.

فإذا فرغت من طهارة الحدث، وطهارة الخبث، في البدن، والثياب، والمكان ومن ستر العورة من السرة إلى الركبة.. فاستقبل القبلة قائما مزاوجا بين قدميك لا تضمهما، واستو قائما، واقرأ (قل أعوذ برب الناس) تحصنا بها من الشيطان الرجيم.


وأحضر قلبك ما أنت فيه، وفرغه من الوسواس، وانظر بين يدي من تقوم، ومن تناجي، واستح أن تناجى أن تناجى مولاك بقلب غافل، وصدر مشحون بوساوس الدنيا وخبائث الشهوات.
Hadirkan hatimu ketika itu. Buanglah segala bisik­an dan rasa was-was. Perhatikan kepada siapa engkau sedang menghadap dan bermunajat sekarang. Hendak­nya engkau malu untuk bermunajat kepada Tuhan de­ngan hati yang lalai dan dada yang penuh dengan bi­sikan dunia beserta kebejatan syahwat.
واعلم أنه تعالى مطلع على سريرتك وناظر إلى قلبك، فإنما يتقبل الله من صلاتك بقدر خشوعك وخضوعك وتواضعك وتضرعك، واعبده في صلاتك كأنك تراه؛ فإن لم تكن تراه فإنه يراك.
Sadarlah bahwa Allah Swt. mengetahui semua yang tersembunyi di da­lam dirimu dan melihat hatimu. Allah hanya menerima salatmu sesuai dengan kadar kekhusyukan, ketundukan, dan ketawaduanmu.
Sembahlah Allah dalam salatmu seakan-akan engkau melihat-Nya. Apabila engkau tak melihat-Nya, sesung­guhnya Dia melihatmu.
فإن لم يحضر قلبك ولم تسكن جوارحك لقصور معرفتك بجلال الله تعالى، فقدر أن رجلا صالحا من وجوه أهل بيتك ينظر إليك ليعلم كيف صلاتك، فعند ذلك يحضر قلبك وتسكن جوارحك، ثم ارجع إلى نفسك وقل: يا نفس السوء الا تستحين من خالقك ومولاك، إذ قدرت اطلاع عبد ذليل من عباده عليك، وليس بيده ضرك ولا نفعك خشعت جوارحك وحسنت صلاتك، ثم إنك تعلمين أنه مطلع عليك، ولا تخشعين لعظمته، أهو- تعالى- عندك أقل من عباده?! فما أشد طغيانك وجهلكّ وما أعظم عداوتك لنفسك. وعالج قلبك بهذه الحيل فعسى أن يحضر معك في صلاتك؛ فإنه ليس لك من صلاتك إلا ما عقلت منها، وأما ما أتيت مع الغفلة والسهو فهو إلى الاستغفار والتكفير أحوج.
Jika hatimu tidak hadir dan ang­gota badanmu tidak bisa tenang maka hal itu disebab­kan engkau tidak betul-betul mengenal keagungan-Nya maka Bayangkanlah jika ada seorang saleh di antara keluargamu yang melihatmu ketika engkau salat. Pada saat itu, pasti hatimu akan khusyuk dan anggota badanmu akan te­nang.
Lalu, tanyakan pada dirimu, "Wahai jiwa yang buruk, tidakkah engkau malu kepada Pencipta dan Tu­anmu?"
Apabila engkau mampu salat secara khusyuk dan tenang karena dilihat seorang hamba yang hina, yang tak bisa memberikan manfaat atau bahaya pada­mu, sedang engkau mengetahui bahwa Dia melihatmu tapi engkau tak takut pada keagungan-Nya, apakah Allah SWT. lebih rendah dibandingkan hamba-Nya itu? Betapa durhaka dan bodohnya engkau! Betapa engkau memusuhi dirimu itu!
Obatilah hatimu dengan cara itu, barangkali ia akan menjadi hadir dalam salatmu. Salatmu hanyalah saat engkau sadar kepadanya. Adapun salat yang engkau kerjakan dengan hati yang lalai dan lupa, maka ia butuh pada istigfar dan perenungan.
فإذا حضر قلبك، فلا تترك الإقامة، وإن كنت وحدك. وإن انتظرت حضور جماعة فأذن، ثم أقم
Manakala hatimu sudah hadir, jangan lupa meng­ucapkan iqamah
kalau engkau salat sendirian. Tapi, jika engkau menunggu datangnya jamaah yang lain hendak­nya engkau melakukan adzan lalu iqamah.



Kitab Bidayatul Hidayah Karya Imam Al Ghozzali
 

Kajian Aswaja Cikarang

Posted by Unknown on Wednesday, December 10, 2014 | 0 comments | Leave a comment...

Undangan Umum untuk Kaum Muslimin

"Meneguhkan Kembali NU sebagai Rumah Besar Aswaja"





Anda tertarik ? Mari bergabung bersama
Kajian Islam Tematik Padhang mBulan ke 9

Narasumber :
Dr. KH. Abbas Billy Yachsie, Lc., MA
(Pengasuh Buntet Pesantren Cirebon)

Hari : Sabtu, 20 Desember 2014
Pukul : 19.00 sd 21.30 WIB
Lokasi : Masjid Asy-Syuhada EJIP Cikarang Bekasi
Dimeriahkan Group Hadlroh Padhang mBulan

Salam Hormat
Arief Widhiharto, SE., Ak., MBA 
- Excecutive Director Padhang mBulan Islamic Studies -
- Dan Wakil Ketua GP Anshor Kab. Bekasi -
Kajian Aswaja Cikarang Bekasi
Sumber:
Padhang mBulan
alikhlash

Most Popular

  • Sering kita temui dikalangan masyarakat yang melaksanakan shlalat takhiyatul masjid di mushola, dan Itikafdi mushola mereka beranggapan Ma...
  • Pembacaan Marhaban Al-Barzanji merupakan kegiatan runitas yang dilaksanakan setiap minggu sekali dilaksanakan pada Minggu malam Ba'da ...
  • Memakai Celana Cingkrang Asal mula penggunaan celana cingkrang seperti yang dipakai oleh sebagian komunitas muslim adalah untuk menghinda...

Islamic Search Engine

Recent News