Bayaha Tidak Bermadzhab
Posted by Brothers on Wednesday, November 6, 2013 | 0 comments
Alasan mereka yaitu Islam yang anti mazhab ulama begitu juga
wahabi/salafi yaitu bahwa Dasar
pegangan islam adalah Al-quran dan As-Sunnah karena keduanya terpelihara dari kesalahan . Adapun mengikuti mazhab dari imam-imam mazhab berarti mengikuti orang yang tidak terpelihara dari kesalahan.Demikianlah pendapat orang anti mazhab salah satunya syekh al-khonjadi dalam kitabnya.
Komentar abu ,yang abu nukil dari kitab alla mazhabiyyatu akhthoru bid’atin tuhaddidusy-syari’atal
islamiyyah karangan Syekh Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthi hal.61 cet.darul farobi Damaskus
Syiria yang mana alhamdulillah ada diperpustakaan abu:
pegangan islam adalah Al-quran dan As-Sunnah karena keduanya terpelihara dari kesalahan . Adapun mengikuti mazhab dari imam-imam mazhab berarti mengikuti orang yang tidak terpelihara dari kesalahan.Demikianlah pendapat orang anti mazhab salah satunya syekh al-khonjadi dalam kitabnya.
Komentar abu ,yang abu nukil dari kitab alla mazhabiyyatu akhthoru bid’atin tuhaddidusy-syari’atal
islamiyyah karangan Syekh Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthi hal.61 cet.darul farobi Damaskus
Syiria yang mana alhamdulillah ada diperpustakaan abu:
“Terhadap pendapat yang aneh ini ,kami(syekh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi)memberi
komentar sebagai berikut: Siapakah sasaran yang diinginkan oleh syekh khonjadi dgn argument atau
hujah yang ia kemukakan?
Kalau yang dikehendaki ialah Islam yang mampu memahami hukum dari kitab
Al-Qur’an dan As-Sunnah
secara langsung tanpa perantaraan seperti mufti dan para imam dan para ulama, maka hujjah atau
alasan itu benar . Hal ini karena tdk ada alasan bagi mereka utk taqlid (mengikuti) pada imam
mujtahid sebab ia mampu memahami firman ALLOH dan sabda Rosul-NYA SECARA LANGSUNG.
Akan tetapi ,kalau yang dikehendaki adalah Islam awam yang tdk memiliki kemampuan ijtihad dan
istinbath serta dalil2,maka ucapan syekh khonjadi tsb sangat mengherankan.
Harus diketahui bahwa yang terpelihara dari kesalahan dalam firman ALLOH,ialah apa yang
dikehendaki ALLOH dgn Firman-NYA.Dan yang terpelihara oleh nabi SAW dlm as-sunnah ialah apa yang
dimaksud oleh Nabi SAW DGN SUNNAHNYA.
Adapun faham manusia terhadap AL-KITAB dan AS-SUNNAH ,jauh sekali dari kemungkinannya
akan terpelihara dari kesalahan baik itu dia seorang mujtahid,ulama atau orang bodoh.Hanya saja faham
ORANG BODOH DAN AWAM lebih jauh sekali terpelihara dari kesalahan bila dibandingkan dgn faham
dari seorang MUJTAHID.
Oleh karena itu, ajakan kapada orang awam utk meninggalkan taqlid (mengikuti seorang mujtahid) dgn
alasan bahwa AL-QUR’AN dan AS-SUNNAH itu mashum (terpelihara) ,sedangkan imam yang dianut
belum tentu mashum KURANG BEGITU DIFAHAMI.
Padahal sumber para imam mujtahid dan para ulama itu bersumber dari kitab ALLOH DAN AS-
SUNNAH.
(kitab alla mazhabiyyatu akhthoru bid’atin tuhaddidusy-syari’atal islamiyyah karangan Syekh
Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthi hal.61 cet.darul farobi Damaskus Syiria yang mana lhamdulillah
ada diperpustakaan abu.)
Apakah ada yang lebih penting
daripada memberikan penjelasan tentang penulis buku yang dgn sengaja menyebarkan kaum
orientalisten ,yang diciptakan oleh seorang orientalist(musuh islam) berkebangsaan jerman ,yaitu
Schacht yangterkenal benci terhadap islam bahwa fikih islam adalah undang2 ciptaan otak manusia ,
yang disandarkan kpd Al-Qur’an dan As-Sunnah
.Bahkan dlm mengemukakan pendapatnya , Schacht mengemukakan dalil2 yang dipergunakan oleh
Syekh khojandi (ulama wahabi)dalam awal bukunya , yaitu sesungguhnya kandungan islam itu
mudah dan sederhana sehingga dlm sekejapun bias dipahami oleh orang pedusunan
(baduwi).Kemudian ia pergi dan berkata “Demi ALLOH ,saya tdk akan menambah lagi lebih dari yang
tsb.
Lalu dari mana datangnya hukum fikih yang begitu banyak itu?
Demikianlah ,apakah masih ada yang lebih penting daripada menjelaskan uacapan KHURAFAT&BATIL
ini?
Sangat -sangat berbahaya bila pada zaman ini kita tdk bermazhab pd salah satu mazhab
yang empat. seperti apa yang ditanyakan oleh seseorang kpd Syekh Ali AL-Khowas RA.:apakah waJiib atau
tdk bermazhab pd zaman sekarang ini?kemudian beliau menjawab:kita harus mengikuti suatu
mazhab selama kita belum sampai mengetahui inti agama ,karena khawatir terjatuh pd kesesatan
(mizanul kubro syekh abdul wahab asy-sya’roni jilid 1 hal.
Sayyid Ali Al-Kowash berkata sering mengatakan;”tidak ada pendapat mujtahid dan pengikutnya yang
sanadnya yang tdk bersambung sampai ke Rosululloh SAW melainkan bersambung ke Rosululloh SAW
Kemudian ke malaikat jibril kemudian ke hadirat ALLOH SWT yang tdk bisa dijelaskan cara
penyampaiannya .Sanad tsb bersambung seperti itu baik dgn cara lahir maupun batin yang berupa
ilmu hakikat yang terjaga dari kebatilan (kitab mizanul kubro syekh abdul wahab asy-sya;roni hal. 45
jilid 1 cet darul fikr Beirut libanon)
secara langsung tanpa perantaraan seperti mufti dan para imam dan para ulama, maka hujjah atau
alasan itu benar . Hal ini karena tdk ada alasan bagi mereka utk taqlid (mengikuti) pada imam
mujtahid sebab ia mampu memahami firman ALLOH dan sabda Rosul-NYA SECARA LANGSUNG.
Akan tetapi ,kalau yang dikehendaki adalah Islam awam yang tdk memiliki kemampuan ijtihad dan
istinbath serta dalil2,maka ucapan syekh khonjadi tsb sangat mengherankan.
Harus diketahui bahwa yang terpelihara dari kesalahan dalam firman ALLOH,ialah apa yang
dikehendaki ALLOH dgn Firman-NYA.Dan yang terpelihara oleh nabi SAW dlm as-sunnah ialah apa yang
dimaksud oleh Nabi SAW DGN SUNNAHNYA.
Adapun faham manusia terhadap AL-KITAB dan AS-SUNNAH ,jauh sekali dari kemungkinannya
akan terpelihara dari kesalahan baik itu dia seorang mujtahid,ulama atau orang bodoh.Hanya saja faham
ORANG BODOH DAN AWAM lebih jauh sekali terpelihara dari kesalahan bila dibandingkan dgn faham
dari seorang MUJTAHID.
Oleh karena itu, ajakan kapada orang awam utk meninggalkan taqlid (mengikuti seorang mujtahid) dgn
alasan bahwa AL-QUR’AN dan AS-SUNNAH itu mashum (terpelihara) ,sedangkan imam yang dianut
belum tentu mashum KURANG BEGITU DIFAHAMI.
Padahal sumber para imam mujtahid dan para ulama itu bersumber dari kitab ALLOH DAN AS-
SUNNAH.
(kitab alla mazhabiyyatu akhthoru bid’atin tuhaddidusy-syari’atal islamiyyah karangan Syekh
Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthi hal.61 cet.darul farobi Damaskus Syiria yang mana lhamdulillah
ada diperpustakaan abu.)
Apakah ada yang lebih penting
daripada memberikan penjelasan tentang penulis buku yang dgn sengaja menyebarkan kaum
orientalisten ,yang diciptakan oleh seorang orientalist(musuh islam) berkebangsaan jerman ,yaitu
Schacht yangterkenal benci terhadap islam bahwa fikih islam adalah undang2 ciptaan otak manusia ,
yang disandarkan kpd Al-Qur’an dan As-Sunnah
.Bahkan dlm mengemukakan pendapatnya , Schacht mengemukakan dalil2 yang dipergunakan oleh
Syekh khojandi (ulama wahabi)dalam awal bukunya , yaitu sesungguhnya kandungan islam itu
mudah dan sederhana sehingga dlm sekejapun bias dipahami oleh orang pedusunan
(baduwi).Kemudian ia pergi dan berkata “Demi ALLOH ,saya tdk akan menambah lagi lebih dari yang
tsb.
Lalu dari mana datangnya hukum fikih yang begitu banyak itu?
Demikianlah ,apakah masih ada yang lebih penting daripada menjelaskan uacapan KHURAFAT&BATIL
ini?
Sangat -sangat berbahaya bila pada zaman ini kita tdk bermazhab pd salah satu mazhab
yang empat. seperti apa yang ditanyakan oleh seseorang kpd Syekh Ali AL-Khowas RA.:apakah waJiib atau
tdk bermazhab pd zaman sekarang ini?kemudian beliau menjawab:kita harus mengikuti suatu
mazhab selama kita belum sampai mengetahui inti agama ,karena khawatir terjatuh pd kesesatan
(mizanul kubro syekh abdul wahab asy-sya’roni jilid 1 hal.
Sayyid Ali Al-Kowash berkata sering mengatakan;”tidak ada pendapat mujtahid dan pengikutnya yang
sanadnya yang tdk bersambung sampai ke Rosululloh SAW melainkan bersambung ke Rosululloh SAW
Kemudian ke malaikat jibril kemudian ke hadirat ALLOH SWT yang tdk bisa dijelaskan cara
penyampaiannya .Sanad tsb bersambung seperti itu baik dgn cara lahir maupun batin yang berupa
ilmu hakikat yang terjaga dari kebatilan (kitab mizanul kubro syekh abdul wahab asy-sya;roni hal. 45
jilid 1 cet darul fikr Beirut libanon)

0 comments for "Bayaha Tidak Bermadzhab"
Leave a reply